Menu

Mode Gelap
Kabupaten Garut Menangkan Kejuaraan Championship Pencak Silat Tingkat Provinsi Jawa Barat di Tahun 2022 Terpilih Aklamasi, Warga Inginkan Ujang Pimpin RW 12 Kp. Jangkurang Sukamentri Garut Kota Patroli Samapta Polres Garut Polsek Sukawening Monitoring Program Bulan Imunisasi Anak Nasional Polsek Malangbong Polres Garut Hadiri Khitanan Massal dan Santunan Anak Yatim

News · 10 Sep 2022 14:12 WIB ·

Minimnya Perhatian Instansi Terkait, Kecamatan Karangpawitan Teramcam jadi Lautan Sampah


 Minimnya Perhatian Instansi Terkait, Kecamatan Karangpawitan Teramcam jadi Lautan Sampah Perbesar

GARUT60DETIK.COM, GARUT –Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, kini sedang menghadapi ancaman serius akibat persoalan sampah yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Jika tidak segera diatasi, sampah bisa mengancam aspek tradisional, kriminal, dan alam. Hal ini diungkapkan Tokoh Karangpawitan di Bidang Pemberdayaan yaitu Yazid Ulumudin yang di kerap panggil Wa, hari ini sabtu(10/9/2022),di tempat sekertariat Sorak Lintar 945.

Agar permasalahan sampah yang berasa di beberapa lokasi yaitu Ciparay Irigasi,Perbatasan antara Kecamatan dan Di Depan Gedung Sawah Kecamatan karangpawitan” dengan Wajar aja cepat diselesaikan.

Yang di pangil Wa ini menyebut, perlu tindakan langsung dari stik order yang ada /Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten terkait. Hal itu, karena sampah yang ada di Pengairan irigasi sampai di jalanan sekarang belum bisa memecahkan solusinya.

“Ancaman ini sudah disadari oleh kasepuhan Karangpawitan. Mereka tahu, sampah di irigasi bisa mengancam keberlangsungan hidup manusia,” ungkap wa di Kantor Sekertariat LSM Sorak Lintar 45.

Wa mengatakan, tidak hanya mengancam air Irigasi saja, ancaman yang sudah nyata juga bau busuk serta mengancam pengguna jalan ketika hujan menyebabkan Banjir serta pengairan ke penggarap sawah.Oleh sebab itu, dia mengimbau ke semua Intasi pemerintah yang terkait untuk bisa bekerja sama menyelesaikan persoalan sampah dengan baik dan terencana.

“Dengan sangat menyesal, saya katakan kita tidak siap untuk menghadapi munculnya masalah-masalah baru ini,” katanya.

Wa menjelaskan, perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini, disebabkan banyaknya sampah plastik yang ada di saluran irigasi Kondisi itu, kata dia, akan semakin parah jika saat ini tidak dilakukan penanganan yang tepat untuk membersihkan sampah yang saluran irigas sera perubahan pembuatan jembatan.

“Ini merupakan tanggung jawab semua orang, mulai dari pemerintah, parlemen dan masyarakat. Harus ada perubahan pola pikir di masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan agar sampah tidak berakhir di di sungai irigasi ” tambah dia.

Wa sudah melihat bahwa sampah plastik di irigasi sampai menumpuk selama ini sudah menimbulkan kerugian yang tak sedikit buat para penggarap sawah

Menurut Wa dengan sampah plastik jika tetap dibiarkan bisa menimbulkan dampak lebih buruk di masyarakat. Dampak yang dimaksud, adalah pengangguran dan itu bisa memicu kenaikan angka kemiskinan di masyarakat.

Agar sampah plastik tidak semakin banyak,Wa mengaku, di karangpawitan sekarang agar menjalin menjalin kerja sama dengan pihak pihak terkait.

Dengan bekerja sama di masing-masing Desa atau kelurahan , dia yakin persoalan sampah ke depan secara perlahan bisa diatasi.

Selain menjalin kerja sama dengan pihak terkait lainya lain,wa mengungkapkan, pihaknya juga sudah menyiapkan Rencana Aksi untuk mengatasi persoalan sampah plastik di karangpawitan, Beberapa rencana yang sudah disiapkan, di antaranya bagaimana mengubah perilaku masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik.

Rencana aksi berikutnya yang sudah masuk agenda, kata wa adalah mengurangi kebocoran berbasis lahan, kebocoran berbasis perairan mengurangi produksi dan penggunaan plastik. Kemudian, meningkatkan mekanisme pendanaan, reformasi kebijakan dan yang terpenting penegakan hukum.

Di akhir ucapanya Wa melontarkan bawa timnya siap untuk menangani tentang permasalahan Persampahan yang ada di kabupaten garut.

Pemahaman ini, lanjut Ketua Sorak Lintar 945, menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi manajemen pengelolaan sampah plastik di karangpawitan. Mengingat, sampah yang ditemui di suatu perairan kadang berasal dari luar daerah tersebut, sehingga pengelolaan sampah plastik pun perlu melibatkan banyak pihak”Pungkas Nurdin

(Wawan Setiawan)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PT. POS lndonesia Salurkan BLT-BBM,BPNT Serta PKH,Tertib Antrian Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut

27 November 2022 - 23:10 WIB

Gandeng Warga Sekitar Taman Jajanan PALUGADA Adakan Senam Sehat Pagi

27 November 2022 - 11:01 WIB

Akibat Hujan Deras Akses Jalan Provinsi di Tutupi Matrial Longsor

27 November 2022 - 10:24 WIB

Peduli Bencana Cianjur,Para Siswa Serta Guru Adakan Penggalangan Dana

26 November 2022 - 14:32 WIB

Warga Kampung Dangdeur Desa Suci Keluhkan Bau Tak Sedap Dari Aliran Sungai

25 November 2022 - 18:28 WIB

Wartawan Bersama Polsek Karangpawitan Polres Garut Gelar Jum’at Curhat Pertamakalinya

25 November 2022 - 15:36 WIB

Trending di News