by

Anaknya Dikarantina di Medina, Ini Ungkapan Isi Hati Orang Tua Santri Positif Covid-19

-News-101 views

GARUT60DETIK.COM – Sebanyak 114 santri dari klaster pesantren Cipari kabupaten Garut Provinsi Jawa barat, lima diantaranya asal Kecamatan Sucinaraja, saat ini tengah menjalani karantina di rumah sakit Medina, setelah dinyatakan positif terpapar virus corona (covid-19).lima santri terkonfirmasi positif covid-19 pada oktober 2020, dan ke 114 santri lainnya terkonfirmasi positif covid-19 yang telah di umumkan pada sabtu 23 oktober 2020 kemarin.

Meski status 114 santri adalah orang tanpa gejala (OTG), tapi hasil pemeriksaan PCR terkonfirmasi positif covid-19. Atas permintaan Bupati Garut H.Rudi Gunawan kepada pengurus pondok, ke 114 santri ini kemudian diberangkatkan ke Medina guna menjalani karantina Para santri berangkat pada Sabtu 24 oktober 2020 pada 15.00 wita menggunakan 4 unit mobil milik rumah sakit Medina.

 

Tiba di Medina 114 santri langsung dibawa ke kamar yang telah disiapkan untuk memulai proses karantina. Mengetahui para santri tiba di tempat karantina, salah seorang orang tua santri kemudian menuliskan ungkapan isi hatinya melihat anaknya terkonfirmasi positif covid-19 dan harus menjalani karantina. Berikut ungkapan isi hati orang tua santri yang diterima, Media selasa (27/10/20) pagi

Selaku orang tua ,Asep sopian Munawar SH dan ibu Aisah orang tua santri yang dinyatakan positif covid 19 melalui pemeriksaan PCR walaupun tanpa gejala, tentu tidak mengharapkan hal seperti ini. Namun setelah mendapatkan berita bahwa putra, saya dinyatakan positif, saya harus menerima kenyataan dengan perasaan terasa berat, tetapi yang lebih berat bagaimana menyampaikan berita ini kepada ibunya yang selama ini melihat anaknya dalam keadaan tanpa keluhan.

” Disampaikan kepada Media di saat menjalani sweb test di kecamatan Sucinaraja yang di lakukan oleh tim Medis Puskesmas Garawangsa sucinaraja karena orang tua tersebut di anggap pernah kontak erat dengan para putranya yang sedang menjalani isolasi di medina.

“Asep menyatakan setelah diberi inpormasi dan penjelasan oleh pihak ponpes bahwa anaknya positif Covid-19, dan akan dilakukan isolasi di rumah sakit medina sesuai kebijakan Pemda Garut , saya sebagai orang tua langsung down (stres berat) karena terbayang melihat perilaku putra saya ketika sudah di Sweb masif waktu itu saya datang melihat ke ponpes sempat heran kenapa anak saya berubah jadi pendiam. Padahal sebelumya tidak seperti itu. Walaupun telah menjalani isolasi mandiri selama di medina sebelum rilis test swab. Walau demikian, saya tetap memberikan penjelasan agar ia dapat ikut untuk jalani isolasi di Medina.

minggu , pukul 16.00 wib sore, ia di berangkat ke Medina bersama teman-temannya berjumlah 34 orang masih dengan perilaku yang pendiam, tidak seperti biasanya. Setelah tiba di Medina dan telah berada di kamar di Medina, sekitar pukul 22.00 wib malam , putraku melakukan kontak videocall memperlihatkan fasilitas kamar yang mereka dapatkan dan pelayanan yang memuaskan.

Terlihat putra saya telah kembali ceria dengan semangat menceritakan pengalaman yang ia dapatkan, termasuk ia mengatakan bahwa bersama dengan teman-temanya mengatakan, “mantap kita diisolasi di sini serasa liburan pergi rekreasi,” ungkapnya. Tentu saya sangat bersyukur dengan fasilitas yang telah diisiapkan Pemda Garut melalui inisiasi Tim Gugus tugas Kabupaten .

Saya, sebagai salah satu orang tua, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian Tim Gugus tugas kabupaten Garut , mulai dari penjemputan sampai dengan anak-anak ditempatkan di Medina, Semoga kerja keras dan perhatian yang besar dari Pemda Garut kita bisa keluar dari wabah Covid 19 ini. Amiin yaa Rabbal Alamiin, pungkas Asep sopian munawar ,” (Team)

Comment

Berita Terbaru